Selasa, 13 Maret 2012

Air yang dapat masuk kedalam gelas yang menutupi lilin yang menyala


Deskripsi Percobaan IPA



Sebuah lilin yang menyala mula-mula diletakkan dalam wadah yang berisi air . Lilin tersebut selanjutnya ditutup dengan sebuah gelas kosong ,Beberapa saat kemudian nyala lilin mati dan air di luar gelas masuk ke dalam gelas serta naik sampai pada ketinggian tertentu


Peristiwa ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Ketika gelas dalam posisi akan menutup nyala lilin  maka suhu udara di dalam
gelas naik secara cepat karena pemanasan oleh nyala lilin yang tepat berada di bawah mulut
gelas. Akibatnya, udara di dalam gelas memuai sehingga sebagian udara di dalam gelas
tersebut mengalir keluar. Ini terjadi karena udara panas dalam gelas cenderung menyamakan
tekanannya dengan udara dingin di luar gelas selama mulut gelas masih terbuka.
2. Ketika gelas ditutupkan pada nyala lilin  maka nyala lilin akan
menyebabkan gas oksigen (O2) dari udara di dalam gelas berikatan dengan Karbon (C) pada
lilin sehingga berubah menjadi karbon dioksida (CO2). Semakin sedikit O2 semakin redup
nyala lilin. Ketika seluruh O2 terikat dengan C (membentuk CO2) maka nyala lilin padam.
3. Ketika lilin padam maka udara dalam gelas akan mendingin kembali dan tekanan udara dalam
gelas turun sampai lebih kecil dari tekanan udara di luar gelas. Akibat dari perbedaan
tekanan udara di dalam dan di luar gelas ini maka muncul dorongan dari luar gelas meuju
bagian dalam gelas.
4. Dorongan seperti yang dihasilkan itulah yang menyebabkan air terdesak masuk ke dalam gelas.
5. Air di dalam gelas cenderung naik melebihi tinggi daripada air di luar gelas karena udara di
dalam gelas perlu menyusut sampai kerapatannya menyamai kerapatan udara di luar gelas.
Ingat bahwa ruang di dalam gelas yang ditinggalkan oleh udara yang mengalir ke luar selama
proses pemuaian (peristiwa sesaat sebelum gelas ditutupkan pada nyala lilin) sekarang perlu
ditempati kembali. Yang menempati itu adalah air.

4 komentar: